Nggak tau harus memulai darimana, awalnya kaget, nggak nyangka dia bakal muncul online di list YM ku, dan ngajak chat pula. Tadinya aku juga hanya iseng, sekedar basa-basi membalas sapaannya di kotak chat YM. Obrolan demi obrolan mengalir wajar, sampai kemudian dia mulai membahas tentang wanita yang dinikahinya, yang saat itu dia rela meninggalkanku untuk menjalani kehidupan rumah tangga bersama wanita itu.Mulanya aku menanggapinya biasa, bahkan sempat mencibir dalam hati. Karena tidak bisa kupungkiri kalau aku masih sangat sakit hati padanya, aku juga tidak bisa memungkiri kalau aku masih mencintainya, sama seperti dulu sebelum dia menikahi wanita lain.
Obrolan pun menjadi lebih intim, karena dia mulai berkeluh kesah tentang kehidupan rumah tangganya yang tidak harmonis. Bahkan dia juga cerita kalau dia sudah beberapa kali menawarkan perceraian pada istrinya itu, tapi ditolak, dan dia masih mau mempertahankan pernikahannya hanya karena anak. Ya, mereka sudah dikaruniai anak laki-laki mungil hasil pernikahan mereka, baru beberapa bulan yang lalu.
Sampai disini aku mulai bimbang dengan perasaanku sendiri. Kalau aku mengingat bagaimana dulu dia sudah menyakiti hatiku sedemikian dalam, aku sangat bersyukur karena dia mendapat hukuman dari Nya. Tapi kemudian aku merasa betapa rendahnya nilaiku sebagai manusia, sebagai teman, mengetahui keterpurukan seseorang aku malah tertawa dalam hati. Bukankah kalau aku berempati pun tidak ada ruginya buatku. Tapi entahlah, saat ini aku hanya membiarkan perasaanku mengalir saja, saat aku ingin tertawa diatas keterpurukannya ya tak apalah. Dan saat aku masih bisa berempati padanya, akupun bersyukur karena nilaiku sebagai manusia naik peringkat :)

No comments:
Post a Comment